Water Button

Mahasiswa yang Demo di Jakarta Hari Ini Tak Pakai Jas Almamater, Mengapa?

Waktu: 2026-07-29 16:29:57Sumber: Water ButtonKategori: Otomotif

Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat (MPR) menjelaskan alasan massa mahasiswa yang berunjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026), tidak mengenakan atribut almamater.

Perwakilan massa aksi, Muhammad Annur mengatakan, peserta aksi sengaja tidak menggunakan atribut kampus agar tidak ada sekat antara mahasiswa dan masyarakat sipil yang mengikuti demonstrasi.

"Kami tidak ingin mengkotak-kotakkan bahwasanya ini mahasiswa, ini masyarakat sipil. Jadi tidak ada pembeda. Kami bergerak dengan satu, sama, dan membawa tuntutan yang sama. Jadi tidak ada pembeda," kata Annur kepada wartawan di lokasi aksi, Jumat.

Ia juga memastikan telah menyiapkan skema untuk mengantisipasi penyusupan provokator selama aksi berlangsung.

Menurut dia, peserta telah bersepakat untuk tidak melakukan tindakan provokatif dan akan mengamankan pihak yang diduga memicu kericuhan.

"Kami udah sepakat bahwasanya ketika ada yang provokasi, itu pasti bukan dari bagian kami dan kami akan menangkap langsung orang tersebut yang melakukan provokasi. Makanya itu adalah bentuk mitigasi risiko dari kami," jelas dia.

Aliansi MPR mengundang seluruh masyarakat sipil dan mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta maupun daerah lain untuk bergabung dalam aksi tersebut.

Untuk diketahui, mahasiswa UNJ dan sejumlah gerakan masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat siang ini.

Berdasarkan poster seruan aksi yang disebarkan melalui akun Instagram resmi @aliansiunjmelawan, unjuk rasa ini bertajuk "Mosi Tidak Percaya Rezim Prabowo Gibran".

"Ketimpangan sosial, pelemahan kedaulatan sipil, dan krisis di berbagai sektor kehidupan menjadi bukti bahwa kepercayaan publik terhadap Kabinet Merah Putih - Prabowo Gibran patut dipertanyakan," tulis keterangan resmi unggahan akun tersebut.

Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat membawa tiga tuntutan utama, yaitu:

1. Kembalikan Kedaulatan Masyarakat Sipil,

2. Bongkar Total Sistem Negara,

3. Selamatkan Pendidikan Indonesia.